1.1..a.10. AKSI NYATA- PENERAPAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DI KELAS DAN SEKOLAH
PROGRAM CINTA AL QUR’AN
( 10 MENIT TADARUS )
SD Negeri 104 Abbanuange Kec.Pammana
1. Latar belakang yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak
Di
era globalisasi sekarang ini banyak terjadi krisis moral seperti halnya siswa
dalam kehidupannya hanya mementingkan kesenangan dunia, dan mengesampingkan
kepentingan untuk bekal diakhirat kelak seperti halnya untuk membaca Al-quran.
Untuk belajar tentang agama, banyak siswa sekarang yang seolah enggan untuk
mempelajarinya, sehingga pengetahuan mereka tentang agama sangat sedikit, yang
mengakibatkan kualitas keagamaan mereka sangat rendah.
Seiring dengan perkembangan zaman saat ini banyak peserta didik yang mengalami kegagalan dalam bertingkah laku. Artinya, bahwa peserta didik sekarang banyak yang terjerumus kearah yang negatif atau yang kita kenal dengan dekadensi moral. Hal ini bisa disebabkan dengan adanya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan arus globalisasi sebagai penyebabnya. Di era globalisasi yang seperti ini cenderung menuju kearah kebebasan, yang mana kebebasan ini justru malah disalahgunakan oleh sebagian peserta didik untuk melakukan kebebasan tersebut kearah yang negative, Mereka lebih tertarik dengan godaan untuk bermain dengan teman, menonton, dan bahkan mereka lebih senang menikmati kecanggihan teknologi seperti smartphone, tablet dan internetan sehingga berkurang kecintaannya membaca Al qur’an.
2. Deskripsi nyata yang dilakukan dan alasan melakukan aksi tersebut.
Berkaitan
dengan latar belakang permasalahan tersebut di atas, sebagai CGP yang berstatus Guru Pendidikan
Agama Islam & Budi Pekerti (GPAI & BP) sudah menjadi tanggung jawab
dengan salah satu usaha yang dapat dilakukan yang bertujuan untuk
memperbaiki kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an yaitu memberikan
pembelajaran pendidikan agama Islam dengan pembiasaan tadarus Al qur’an secara
baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid yang dilakukan sebelum memulai
pelajaran baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas (lapangan).
SD
Negeri 104 Abbanuange merupakan salah
satu Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo. SD Negeri 104
Abbanuange merupakan sekolah dasar negeri yang berdiri pada tahun 1962 dengan
jumlah siswa keseluruhan di Tahun Pelajaran 2020/2021 berjumlah 60 orang.
Adapun
pelaksanaan pembiasaan tadarus Al-Quran yang dilakukan setiap hari dilaksanakan
oleh guru PAI bersama dengan seluruh pendidik yang ada di
sekolah. Pelaksanaan tadarus Al qur’an di ikuti oleh seluruh
siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Untuk siswa kelas 1 dan kelas 2 hanya
melafalkan surah pendek sebanyak 3 surah pendek sebelum memulai pelajaran sedangkan untuk kelas 3 sampai kelas 6 hafalan juz amma / tadarus. Namun untuk saat
ini pelaksanaanya disesuaikan dengan jadwal piket GPAI sebagai CGP untuk
melaksanakan aksi nyatanya mengingat jaringan di Sabbang Kec.Pammana tidak
mendukung untuk melakukan pembelajaran Video Confrence (vicon).
Berikut
ini akan dipaparkan mengenai bagaimana proses dari pembiasaan tadarus Al-Qur’an
tersebut:
Ø Sebelum
memulai pembiasaan biasanya guru memberikan semacam motivasi betapa pentingnya mempelajari
Al-Qur’an.
Ø Selanjutnya
siswa dan guru bersama-sama membaca Al-Qur’an yang telah ditentukan. Ayat
tersebut dibaca sekali dengan bersama-sama.
Ø Setelah
semua siswa membaca secara bersama-sama, selanjutnya guru membacanya kembali dan siswa mendengarkan
guru membaca.
Ø Setelah
guru selesai membacakan ayat tersebut, selanjutnya guru menenerangkan inti dari
isi kandungan ayat tersebut, dan setelah itu guru juga menjelaskan tentang hukum
bacaan dan makhrajnya.
Ø Setelah
itu guru melontarkan pertanyaan terkait dengan hukum bacaan yang terdapat pada ayat
tersebut.
Ø Apabila
ada siswa yang tidak mau mengikuti pembiasaan ini maka akan diberi sanksi berupa siswa untuk maju sendiri
di depan kelas untuk membaca ayat tersebut yang tadi sudah dibaca bersama.
Ø Dan jika dilaksanakan oelh wali kelas, maka wajib mencatat siswa yang tidak aktif melakukan kegiatan dan dilaporkan ke GPAI.
3. Hasil
dari aksi nyata yang dilakukan
Dari pembiasaan tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan di SD Negeri 104 Abbanuange sangatlah penting karena selain setiap mukmin mempunyai kewajiban dan tanggung jawab kepada kitab suci Al-Qur’an, pembiasaan ini membawa pengaruh baik terhadap menunjangnya kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kewajiban dan tanggung jawab itu antara lain adalah mempelajari dan mengajarkannya, baik membaca atau mengkaji isi dan kandungnnya. Selain itu bekal untuk siswa dalam jenjang pendidikan di SMP atau MTs. Terlebih pada kehidupan sehari-hari.
4. Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan 10 menit tadarus Al qur’an (kegagalan dan keberhasilan)
Dapat
disimpulkan bahwa dengan dilaksanakannya pembiasaan tadarus AlQur’an bisa
dijadikan sebagai materi tambahan atau sebagai penunjang dalam membantu
kemampuan siswa khususnya mempelajari baca Al-Qur’an secara baik dan benar
sesuai tajwid dan makhrajnya.
Kegiatan
ini diharapkan mampu memperlancar bacaan Al-Qur’an siswa, serta supaya dalam
menjalani kehidupan sehari-hari peserta didik akan senantiasa mendapatkan
kemudahan dari Allah SWT, karena dengan pembiasaan seperti ini secara tidak langsung
akan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun tidak sebagian siswa lalai dengan
pelaksanaan pembiasaan 10 menit tadarus ini, Mereka kadang tidak hadir saat
jadwal evaluasi yang dilakukan oleh GPAI. Dan selanjutnya tugas kami untuk
berkomunikasi langsung dengan orang tua siswa yang sebelumnya sudah di bahas
dalam rapat sekolah atau sudah koordinasi dengan kepala sekolah dan wali
kelasnya.
5. Rencana
perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Dalam pembiasaan tadarus Al-Qur’an di SD Negeri 104 Abbanuange , penulis sebagai CGP melakukan rencana perbaikan dimasa mendatang dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:
v Proses
pembiasaan tadarus Al-Qur’an yang telah berjalan agar senantiasa ditingkatkan
dan dievaluasi agar hasil yang diperoleh juga meningkat, mengingat betapa
pentingnya membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar bagi setiap umat Islam.
v Untuk
pendampingan proses pembiasaan tadarus Al-Qur’an sebaiknya tidak hanya
dilaksanakan oleh guru agama saja bisa dibentuk petugas khusus atau guru yang
lainnya yang bisa membantu proses tadarus Al-Qur’an dengan maksud agar lebih
intensif.
v Siswa seharusnya lebih konsentrasi dan lebih meningkatkan motivasinya untuk belajar lebih tentang membaca Al-Qur’an, karena belajar Al-Qur’an hukumnya wajib bagi setiap muslim.
6. Dokumentasi
proses pelaksanaan aksi nyata
Bisa jadi referensi
BalasHapusSangat mengispirasi sekali
BalasHapusmantap bu.
BalasHapus