Demonstrasi Kontekstual-Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya SDN 104 Abbanuange Kec.Pammana Kab.Wajo

 

3.2.a.7

Demonstrasi kontekstual

"Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya"

Aset SDN 104 Abbanuange Kec.Pammana Kab.Wajo


Guru  penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif dalam mengembangkan pendidikan lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid,serat menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil belajar Pancasila. Dimana seorang guru penggerak berperan untuk menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, guru penggerak menjadi pemimpin pembelajaran yang ,endorong well-being ekosistem di sekolah, selain menjadi pemimpin pembelajaran dan juga sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolahnya.

Dalam  modul 3.2 tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya banyak hal baru yang saya dapatkan sehingga Pengetahuan saya semakin diperkuat oleh beberapa pemahaman bagaimana menjadi seorang pemimpin yang menyadari bahwa betapa pentingnya sumber daya yang dimiliki oleh sebuah sekolah yang jika dikelola dengan baik dan bijak maka akan menjadi sebuah aset terbesar guna berperan memajukan sekolah itu sendiri.

Strategi atau langkah yang sangat efektif dan relevan yang dapat dikembangkan dalam sebuah komunitas sekolah adalah dengan melakukan Pengembangan komunitas berbasis asset, dimana strategi ini memadukan dua kekuatan yang bersumber dari kekuatan sumber daya manusia (biotik) dan kekuatan yang bersumber dari lingkungan fisik (abiotik) yang dapat dijadikan sebuah dasar dalam mengelola sebuah komunitas sekolah agar dapat berkembang dan memiliki nilai keunikan tersendiri.

Pendekatan  berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri.  Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.

Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset  menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan.

Apa yang kami kuasai?

SD Negeri 104 Abbanuange  merupakan salah satu Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo. SD Negeri 104 Abbanuange merupakan sekolah dasar negeri yang berdiri pada tahun 1971.Selama kurun waktu dan beberapa dekade tersebut sekolah kami telah banyak menghasilkan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Begitu pula dari kondisi guru-guru yang mengajar memiliki kualifikasi pendidikan S1. Sudah banyak prestasi yang kami raih selama dalam masa beberapa dekade ini yang diperoleh melalui lomba dan prestasi murid. Di desa Abbanuange terdapat dua sekolah swasta turunan dari As’adiyah. Namun  tentunya jika menapak tilas kembali hal-hal yang positif yang pernah kami buat dan sebagai kontribusi kami dalam bidang kemajuan pendidikan ditempat kami sudah banyak yang kami berikan. Apa saja yang kami kuasai selama ini bukan sesuatu yang luar biasa namun dalam perihal kemajuan prestasi dan proses pembelajaran bagi murid, kami mampu melakukannya. Bukan sesuatu yang mustahil bagi kami dapat memberi sumbangsih dan dapat memberi yang terbaik bagi kemajuan pendidikan ditempat kami dan lebih unggul dari sekolah lain di Abbanuangnge.


 

Apa yang kami paling banggakan dari sekolah ini? Dan murid-murid kami?

Bila melihat kembali seluruh perjalanan proses pembelajaran disekolah kami yang menjadi bagian penting sebuah institusi pendidikan ditempat kami ada suatu kebanggaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya patut kami berikan bagi keberadaan dan kontribusi yang pernah diberikan sekolah kepada masyarakat lokal di daerah kami. Banyak lulusan dari sekolah kami kini sudah sukses dan menggapai masa depan mereka. Yang paling kami banggakan dari sekolah ini adalah dengan diperolehnya banyak prestasi murid yang selama ini baik berupa prestasi lomba maupun prestasi akademik meski itu hanya sebatas prestasi tingkat lokal namun pencapaian-pencapaian itu menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kami. Dan kamipun bangga terhadap murid-murid kami karena dapat menjadi bagian komunitas sekolah yang mampu menampilkan jati diri mereka dan turut serta dalam menentukan kualitas sumber daya yang dimiliki oleh sekolah kami.


Apa yang membuat kami unik?

Sebagai lembaga pendidikan yang menjadi bagian masyarakat lokal di desa kami bersama juga dengan beberapa sekolah yang ada dari berbagai jenjang yang sama. Kami memiliki karakter yang tentunya mungkin sama dengan yang di miliki oleh sekolah yang lain namun mungkin juga ada yang unik yang hanya ada disekolah kami. Keunikan yang dimiliki oleh sekolah kami adalah dari segi kemajemukan guru dan murid yang membuat sekolah kami terlihat heterogen baik dari guru tenaga kependidikan maupun kemajemukan murid kami.

Kekuatan yang kami miliki dan berharga untuk masyarakat/komunitas di sekitar

Seperti yang telah kami ungkapkan bahwa sekolah kami merupakan bagian dari masyarakat lokal. Sebuah lembaga pendidikan yang memiliki perjalanan panjang dalam beberapa decade dimulai tahun 1971, murid yang lulus dari sekolah kami sebagian sudah menjadi sukses dan menjadi aset modal daerah kami sebagai masyarakat yang sudah memiliki kemandirian dalam mengembangkan usaha bahkan produksi kemasyarakatan. Ada beberapa yang berhasil menjadi tenaga medis, pendidik/guru, pengusaha sukses, ustads,  petani produktif dan pengembang usaha-usaha lainnya yang berbasis pertanian, bahkan ada yang menjadi anggota komisi IV DPRD. Tentunya keberhasilan dari mereka tidak terlepas dari latar pendidikan dasar yang mereka miliki sejak awal bersekolah disekolah kami karena sumber daya manusia yang tangguh yang dimiliki oleh setiap individu terkait erat dengan pengetahuan dan kapasitas pendidikan awal yang mereka miliki.

Apa yang telah sekolah lakukan dan miliki lebih baik dari orang lain

Sekolah kami telah melakukan beberapa kewajiban sebagai sebuah institusi pendidikan didesa kami dengan memberi layanan secara proaktif dan simultan sepanjang sejarah awal dibangun oleh pemerintah hingga sekarang. Tentunya peran dan kontribusi terhadap masyarakat sekitar sangatlah memberi nilai dan arti yang positif. Kami selalu berupaya melakukan yang terbaik dalam memberi layanan pendidikan secara prima dan maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di daerah kami khususnya masyarakat yang ada di sekitar desa Abbanuangnge .

Pemetaan 7 Aset yang dimiliki oleh sekolah


Modal manusia

Ø  Kepala Sekolah

Ø  Guru terdiri dari 6 guru kelas dan 1 guru mapel PAI

Ø  Tenaga Pendidik / Operator

Ø  Murid sebanyak 62 orang

Ø  Pengawas Sekolah

Ø  Komite Sekolah

Ø  Orang Tua / Wali Murid dan Masyarakat 

Dengan adanya kepala sekolah sebagai pemimpin di dukung oleh tenaga pendidik yang professional dan sesuai kualifikasi pendidikan yang kompeten dibidangnya masing-masing sehingga murid mampu mendapatkan pendidikan yang aman dan menyenangkan sehingga merka mencapai keselamatan dan kebahagiaan, tentunya didukung oleh seluruh pemangku kepentingan baik pengawas sekolah, komite sekolah, orangtua murid dan masyarakat.

Modal sosial

Ø  Budaya Positif yang terdiri dari salam sambut, Gerakan literasi (baca buku & tadarus), Sholat berjamaah, Jum’at berzikir dirangkaikan sholat dhuha dan kultum dan Sabtu bersih (7K) dapat menumbuhkan karakter yang baik bagi murid.

Ø  Pramuka, dapat memupuk semangat gotong royong dan kebersamaan.

Ø  Pesantren kilat, bertujuan untuk  memberi ruang untuk anak agar bisa menjalankan ibadah puasa dengansuasana yang tenang, menyenangkan, dan bermanfaat.

        Modal fisik

Ø  Gedung Sekolah

Ø  Lapangan Upacara / Olahraga

Ø  Ruang sholat / Mushollah

Ø  Perpustakaan

Ø  Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

Adanya sarana dan prasarana sebagai unsur abiotik menjadi penunjang dan asset bagi setiap sekolah baik dari gedung sekolah yang memadai, lapangan yang bisa dijadikan pengembangan bakat dan prestasi murid, ruang sholat/mushallah yang dapat medidik murid menjadi pribadi yang lebih baik terhadap hubungannya dengan Sang Pencipta, bangunan perpustakaan yang bisa  menambah wawasan murid.

Modal lingkungan

Ø   Kebun sekolah

Ø  Taman bunga, Dengan adanya kebun dan taman bunga murid bisa bercocok tanam dan belajar mencintai lingkungannya,

Ø  Sungai sebagai sumber air

Ø  Sutra, Sebagai salah satu hasil industry masyarakat Wajo yang berperan sebagai sumber perekenomian masyarakat Wajo

        Modal finansial

Ø  Dana BOS

Ø  Dana DAK dan Afirmasi

Ø  TPG / Sertifikasi

Ø  Sumbangan Komite

Ø  Beasiswa Gerbang Pammase

Adanya dukungan pemerintah dalam hal pemberian bantuan berupa dana BOS dan dana DAK serta afirmasi, sertifikasi/TPG, sumbangan komite dan beasiswa gerbang pammase dapat dijadikan sebagai penunjang dalam menumbuhkan semangat dan motivasi baik guru maupun murid.

Modal politik

Ø  Kegiatan Kerja Kepala Sekolah (K3S)

Ø  Kegiatan Kerja Guru (KKG)

Ø  Komite Sekolah

Ø  Kerjasama dengan pemerintah setempat

Ø  Hubungan Pelayanan Kesehatan (Puskesamas) dalam rangka BIAS, sosialisasi PHBS

Ø  Hubungan pelayanan listrik

Ø  Sekolah Budaya Bugis (SBB) La Tiringeng To Taba 

 adanya hubungan kerjasama dengan komunitas diata dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

Modal Agama

Ø   Taman Pendidikan Al qur’an (TPA), sebagai mitra dalam mendidik dan memberikan pemahaman terkait keagamaan.

Ø  Budaya Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge (3S), Sebagai salah satu budaya yang mencerminkan sikap dan karakter yang tertanam dalam adat dan budaya masyarakat Wajo

Ø  Matimpa bujung dan mapadendang, merupakan tradisi leluhur yang dimaknai sebagai ucapan syukur atas keberhasilan panen padi.

Sengkang Wajo, 25 April 2021

CGP HERLINA, S.Pd.I

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1.1..a.10. AKSI NYATA- PENERAPAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DI KELAS DAN SEKOLAH

1.2.b.11 Aksi Nyata_Aksi Nyata Refleksi Pembelajaran Melalui Media (Poster, komik, video)