PGP-1-Kabupaten Wajo-Herlina-Artikel Aksi Nyata Modul 3
ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA
3.3
PROGRAM GERAKAN LITERASI SDN 104 ABBANUANGE
1. Peristiwa (fact)
·
Latar
belakang
Memimpikan generasi masa depan yang handal,
unggul, berbudi pekerti luhur merupakan salah satu mimpi yang harus muncul
dibenak kita sebagai seorang pendidik. Insan emas generasi bangsa ke depan
tentu harus lebih baik daripada kita. Pendidik yang baik adalah mereka yang
melahirkan generasi yang lebih baik daripada mereka sendiri. Keberhasilan
pendidikan tentu tidak semudah membalikan telapak tangan, tentunya dalam
menggapai generasi yang gemilang berbagai pihak harus bersatu padu agar mimpi
bisa diraih.
Maju mundurnya suatu bangsa tergantung dengan
generasi mudanya, Jika dalam suatu bangsa dan negara memiliki generasi yang
gemilang maka bangsa dan negara tersebut akan menjadi sebuah negara yang maju.
Kegemilangan anak bangsa hanya bisa diukur oleh pendidikan, jika pendidikan
disuatu bangsa berjalan dengan baik maka generasinya akan baik, akan tetapi
jika dalam suatu negara pendidikannya jelek maka generasinya pun akan hancur.
Pada dasarnya setiap anak bangsa tentunya memiliki cita-cita yang baik, akan
tetapi cita-cita anak bangsa harus di dukung dan difasilitasi dengan berbagai
sistem yang baik, yang salah satunya adalah sistem Literasi sesuai dengan VISI
SDN 104 Abbanuange Kec.Pammana
“TERWUJUDNYA
MANUSIA YANG BERIMAN DAN BERTAQWA, UNGGUL DALAM MUTU”.
Dengan MISI :
1.
MENGAKTIFKAN
KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DAN IKUT AKTIF DALAM KEGIATAN
MASYARAKAT.
2.
MEMOTIVASI
WARGA SEKOLAH UNTUK MENGENALI POTENSI DIRINYA SEHINGGA DAPAT DIKEMBANGKAN
KEUNGGULANNYA SECARA OPTIMAL.
3.
MELAKSANAKAN
KURIKULUM YANG TERENCANA, TERORGANISIR, DAN DAPAT DIEVALUASI.
4. MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG BERBASIS IPTEK.
·
Yang dilakukan
pada aksi nyata dan alasan melakukan aksi nyata
Gerakan Literasi ini memperkuat
gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di
dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran
sebelum waktu belajar dimulai. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti,
berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap
perkembangan peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk
• menumbuhkan
minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar
pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik.
• Murid dapat
memilih dan memilah informasi yang mereka dapatkan selama pelaksanaan literasi
• Murid
memiliki sikap disiplin.
• Menciptakan dan mengembangkan budi pekerti
yang baik
• Murid dapat berfikir kritis dan meperkuat
nilai kepribadiannya.
Program ini melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari
seluruh stakeholder sekolah sampai Pelibatan orang tua murid dan masyarakat
menjadi komponen penting dalam Gerakan Literasi Sekolah ini.
· Hasil nyata yang dilakukan
Setelah saya
melakukan komunikasi dengan kepala sekolah dan sosialisasi dengan semua warga
sekolah khususnya rekan sejawat melalui rapat dewan guru dalam hal pengambilan
keputusan terhadap pengoptimalan kembali fungsi perpustakaan. Program Literasi sekolah ini dapat berjalan dengan baik dengan adanya keterlibatan semua komunitas
sekolah, dimana Kepala sekolah sebagai penanggung jawab, para guru sebagai
pengarah dan murid sebagai pelaksana kegiatan serta orangtua murid memberikan
kontribusi positif terkait pengembangan anaknya di sekolah.
Pada
minggu pertama, kami melakukan sosialisasi terhadap program yang
akan dilaksanakan dengan melakukan Pembentukan panitia / petugas piket program
literasi. Adapun jadwal petugas piket kunjungan perpustakaan mengikuti jadwal
petugas piket harian dan sosialisasi ke murid dilakukan oleh masing-masing wali
kelas. Pada minggu kedua Program literasi ini mulai dilakukan setiap hari sesuai jadwal yang telah
disepakati bersama pada rapat dewan guru yaitu
·
hari senin - kamis
literasi baca buku,
·
hari Jum'at literasi Qur'an dan
·
hari Sabtu murid
diberikan kesempatan terhadap apa yang mereka dapatkan / pahami setelah
melakukan literasi selama sepekan dengan menuliskannya di kertas stickynote
kemudian menempelkan tulisannya di kertas plano dan sebagian murid dalam sehari
mengkomunikasikan pemahamannya melalui Tanya jawab dengan guru kelasnya masing-masing.
Adapun Proses pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan
oleh setiap wali kelas dan selanjutnya melakukan laporan setiap bulannya kepada
kepala sekolah mengenai keaktifan muridnya secara langsung dalam rapat dewan
guru.
2. Perasaan (Feelings)
Ketika saya akan mengambil keputusan yang saya anggap tepat ini, pada awalnya masih ragu dan pesimis dengan berbagai pertanyaan yang muncul dari dalam hati saya diantaranya adalah, apakah keputusan yang saya ambil ini dapat dipahami dan dimengerti oleh semua orang khususnya di lingkungan sekolah saya?, apakah keputusan saya ini dapat direspon oleh kepala sekolah guru-guru yang ada di sekolah saya?, dan apakah keputusan yang saya ambil ini dapat langsung bermanfaat langsung dalam meningkatkan proses dan hasil pembelajaran serta kompetensi murid saya?. Namun Alhamdulillah seiring berjalannya waktu atas ijin Allah, proses aksi nyata yang telah saya laksanakan ternyata mampu memberi dampak dan perubahan besar dalam meningkatkan proses dan hasil belajar murid di sekolah. Dimana murid mampu menemukan sendiri kebahagiaannya, murid merasakan kenyamanan berda di sekolah dengan memberikan ruang kebebasan untuk belajar / membaca sesuai dengan minatnya dan perpustakaan kini mulai ramai dikunjungi murid dan guru setiap harinya sehingga tak ada lagi buku yang usang penuh dengan debu karena tidak tersentuh oleh murid, kini buku tersebut mereka baca sehingga menambah ilmu dan wawasan murid melalui program literasi yang memang menjadi program nasional..Begitupun dengan rekan sejawat saya di memiliki semangat dan motivasi yang kuat untuk melihat perkembangan murid menjadi lebih baik lagi menuju murid yang cerdas dan berkarakter melalui program literasi buku dan literasi qur’an.
![]() |
| Sosialisasi dengan rekan sejawat |
3. Pembelajaran (Findings)
Secara keseluruhan hasil dari yang kami dapat pada setiap tindakan aksi nyata yang kami lakukan menunjukkan perubahan yang cukup baik, khususnya pada tahap program yang berdampak pada murid dari segi peningkatan kompetensinya. Pembelajaran tentang program yang berdampak pada murid melalui Program Literasi Sekolah, menjadikan saya sadar bahwa memberikan kebebasan kepada murid dengan menemukan sendiri dan menggali potensinya membuat pembelajaran yang mereka dapatkan lebih bermakna, sehingga ilmu dan wawasan mereka bertambah sehingga nantinya mereka (murid ) mampu memilah sendiri informasi yang bermanfaat untuk dirinya kedepan menuju pendidikan yang cemerlang dan berkarakter. Disamping itu dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik maka program dapat terwujud sesuai dengan tujuan yang kita inginkan. Dalam pengadaan buku dari perpustakaan selain dari kemendikbud, kami juga mendapatkan bantuan gratis buku islami dari Gofreebooks melalui pendaftaran di instagram yang dilakukan sendiri oleh Calon Guru Penggerak (CGP) yang pengirimannya langsung dari Negara Turki di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Disamping itu, rendahnya minat baca siswa dewasa ini menjadi kendala utama dalam pelaksanaan Program Literasi ini.
4. Penerapan kedepan (Future)
Dalam setiap pembelajaran baik secara formal dan nonformal pasti memiliki proses dan tahapan-tahapan. Dari proses dan tahapan-tahapan ini kita juga akan mampu mengevaluasi dari setiap kegiatan yang telah kita laksanakan, dari hasil evaluasi ini kita akan mampu merencanakan perbaikan-perbaikan yang dianggap perlu untuk memaksimalkan kegiatan tersebut pada tahapan selanjutnya. Adapun Rencana perbaikan untuk pelaksanaan dimasa mendatang adalah program ini harus dilaksanakan dengan telaten dan berkelanjutan (konsisten). Upaya mengatasi kendala dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah diantaranya dengan memanfaatkan buku bacaan yang ada dengan semaksimal mungkin dan terus menerus memberikan motivasi kepada siswa. Program se-kreatif apapun jika hanya semangat melakukannya saat awal-awal pelaksanaan sedangkan selanjutnya enggan maka ini juga akan percuma. Jadi apapun program yang hendak dilaksanakan, dibutuhkan komitmen serta perjuangan dari semua pihak yang terlibat di dalam sekolah.
Aksi nyata program literasi
Sengkang Wajo, 12 Juni 2021
CGP HERLINA,S.Pd




Komentar
Posting Komentar